Cara Menghitung BPHTB Rumah dan Tanah

Posted on

= Rp37.600.000

Pajak Bumi dan Bangunan yang terutang :

0,5% x Rp37.600.000 = Rp188.000

Faktor Pengurangan / Stimulus = Rp15.000 –

PBB YANG HARUS DIBAYARKAN = Rp173.000.

Perhitungan Besaran PPN

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penjualan properti dikenakan terhadap kegiatan penjualan bangunan baik berupa rumah, apartemen, kondominium maupun jenis-jenis lainnya. PPN akan dikenakan kepada pembeli, dipungut oleh penjual dengan catatan penjual adalah Pengusaha Kena Pajak.

Yang menjadi dasar pengenaan PPN tersebut adalah nilai transaksi sebenarnya, namun apabila nilai transaksi tersebut di bawah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) maka yang menjadi dasar pengenaannya adalah NJOP tersebut.

Untuk rumah baru, nominal PPN dibebankan sebesar 10% dari harga jual rumah. Berdasarkan informasi terbaru, rumah yang dikenakan PPN apabila harganya diatas Rp36 Juta.

Jadi, apabila Anda membeli rumah baru di Depok seharga Rp400 Juta, maka pengenaan PPN-nya adalah Rp40 Juta.

Cara Menghitung BPHTB Waris dan Hibah

Persyaratan yang harus anda siapkan adalah sebagai berikut:

  1. SSPD BPHTB
  2. Fotokopi SPPT PBB untuk tahun yang bersangkutan untuk mengecek
    kebenaran Data NJOP pada SSPD BPHTB.
  3. Fotokopi KTP Wajib Pajak
  4. Fotokopi STTS/Bukti ATM Bukti pembayaran PBB untuk 5 tahun terakhir (Untuk tahun 2013 hanya 3 tahun terakhir yaitu tahun 2011, 2012, dan 2013) untuk mempermudah melakukan penagihan, jika masih ada piutang PBB, karena Biasanya pembeli tidak mau ditagih pajaknya sebelum tahun dialihkan.
  5. Fotokopi Bukti Kepemilikan Tanah (Sertifikat, Akta Jual Beli, Letter C atau Girik) untuk mengecek ukuran luas tanah, luas bangunan, tempat/ lokasi tanah dan atau bangunan, dan diketahui status tanah yang akan dialihkan.
  6. Fotokopi Surat Keterangan Waris atau Akta Hibah yang dibutuhkan untuk memberikan pengurangan pada setiap transaksi.
  7. Fotokopi Kartu Keluarga.

Contoh Perhitungan BPHTB Waris :

Seorang suami meninggal dan memiliki sebidang tanah kosong di daerah Tangerang. Ahli waris, dalam hal ini adalah istri dan anak-anaknya akan mengurus balik nama. Karena proses balik nama tersebut maka para ahli waris diwajibkan membayar BPHTB.

Data tanah objek warisan tersebut adalah sebagai berikut:

Luas tanah 1.000 m2
NJOP = Rp800.000 per m2
NPOP = 1.000 x Rp800.000 = Rp800.000.000 sama dengan NJOP total
NJOPTKP waris adalah Rp300.000.000 (Tangerang)

Besarnya BPHTB adalah sebagai berikut:

  • BPHTB = 5 % x (NPOP – NPOPTKP)
  • BPHTB = 5 % x (Rp800.000.000 – Rp300.000.000) = Rp25.000.000
  • (Biaya BPHTB yang harus dibayar adalah sebesar Rp25.000.000).

Dalam praktiknya, penulisan di lembar BPHTB hanya dituliskan nama salah satu ahli waris saja dengan diikuti menulis CS (cum suis) yang berarti dan kawan-kawan, di belakang namanya.

BPHTB waris harus dibayar pada saat warisan terbuka atau pada saat terjadinya peralihan hak atas tanah yang dimaksud. Mengenai saat peralihan hak atas tanah ini, apabila Anda mengacu pada hukum waris, saat beralihnya hak atas tanah tersebut adalah pada saat Pewaris meninggal dunia.

Jangan Lewatkan Tips Tips Bangunan Lainnya :
Cara Pemasangan Dak Keraton Cara Menghitung Pondasi Cakar Ayam
Cara Pasang Panel Surya Cara Pasang Sheet Pile Beton

Oleh karena itu, perhitungan pajaknya menggunakan perhitungan pada tahun Pewaris tersebut meninggal dunia. Sekian ulasan mengenai cara menghitung BPHTB Rumah dan Tanah Baru maupun Bekas Waris dan Hibah yang bisa hargabangunan.id ulas, semoga apa yang kita pelajari dalam artikel ini bisa bermanfaat kedepannya.

Gravatar Image
Yok dekorasi rumah kamu secantik mungkin bersama Tim Kami!

Leave a Reply

Your email address will not be published.