Detail Pondasi Tiang Pancang

Posted on

Kupas tuntas detail pondasi tiang pancang ✔️Mulai dari Jenis, Fungsi, Metode Pelaksanaan, Perhitungan dan Kelebihan Kekurangannya✔️

Apakah pondasi tiang pancang itu? Jika Anda masih sangat asing dengan hal ini, Anda tak perlu khawatir. Melalui artikel ini akan dijelaskan mengenai pondasi tersebut. Pondasi bangunan memiliki beberapa jenis, salah satunya adalah pondasi yang akan dijelaskan di bawah ini.

Pondasi satu ini menjadi konstruksi pondasi yang bisa menahan gaya orthogonal ke sebuah sumbu tiang dengan cara menyerap lenturan.

Mengenal Pondasi Tiang Pancang

pondasi tiang pancang
Gambar pondasi tiang pancang

 

Menurut (Sardjono, 1988), Pengertian pondasi tiang pancang adalah struktur pondasi konstruksi bawah berbentuk tiang yang ditempatkan pada lapisan tanah pendukung untuk meneruskan semua beban konstruksi diatasnya ketanah pendukung.

Pondasi tiang pancang merupakan sebuah tiang yang memiliki konstruksi. Di mana konstruksi tersebut memiliki fungsi untuk menerima dan mentransfer beban dari struktur atas ke dalam tanah dengan kedalaman tertentu.

Selain itu tiang pancang ini juga dapat membantu mengurangi tekanan pada bangunan atas, dan juga dapat menyesuaikan beban bangunan serta kontur dari tanah yang ada di sekeliling bangunan.

Dalam proses pembuatan pondasi ini ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Yaitu mengenai perhitungan pondasi tiang pancang excel dan juga setiap detail pondasi tiang pancang.

Anda harus benar-benar mempertimbangkan berbagai hal tersebut. Karena ada banyak faktor pula yang dapat mempengaruhi keberhasilan penggunaan tiang ini, seperti biaya yang dikeluarkan, jenis tanah, dan juga beban bangunan di atasnya.

Dasar Penggunaan Pondasi Tiang Pancang :

1. Jika kondisi tanah dasar pondasi merupakan tanah dengan kuat dukung tinggi terletak pada kedalaman cukup dalam dari muka tanah (D/B > 10).

2. Dasar pondasi sering erosi, umumnya terjadi pada pilar jembata yang diakibatkan oleh gerusan air. Kondisi seperti ini biasanya bisa diselesaikan dengan menggunakan pondasi tiang pancang.

3. Saat konstruksi menerima beban horisontal atau pun tarik yang cukup besar. Untuk mengimbangi beban tersebut, kondisi ini bisa diatasi dengan konstruksi tiang pancang. Contoh umum dapat kita temukan pada dermaga, tanggul pelabuham dan jug akonstruksi tangki minyak.

Jenis Pondasi Tiang Pancang

jenis pondasi tiang pancang

Menurut Beban yang Diterima :

Menurut K. Basah Suryolelono (1994), pondasi tiang pancang dapat dibagi berdasarkan cara tiang meneruskan beban yang diterima ke dasar tanah pondasi. Jenis jenis tersebut diantaranya :

a. End / Point Bearing Pile : Jika ujung tiang mencapai tanah dengan kekuatan tahanan yang tinggi, beban yang diterima tiang akan diteruskan ke tanah dasar pondasi melalui ujung tiang.

b. Friction Pile : Jika tiang pancang diletakkan pada tanah pasir (memiliki nilai gesek tinggi), maka beban yang diterima akan ditahan berdasarkan pada gesekan antar tiang dengna tanah disekelilingnya.

c. Adhesive Pile : Jika tiang pancang diletakkan pada tanah dengan kohesi tinggi (tanah lempung), maka beban yang diterima akan ditahan oleh pelekatan antar tiang dengan permukaan tiang dan tanah disekelilingnya.

Menurut Perpindahan Tiang :

Menurut Suhardjito Pradoto (1989), Jenis jenis pondasi tiang pancang berdasarkan kondisi tiang dapat dibedakan menjadi lima. Diantaranya adalah :

a. Tiang perpindahan (Displacement piles)

Diantara yang termasuk dalam pondasi tiang pancang jenis Displacement piles seperti tiang kayu, tiang beton (precast concrete piles), tiang beton pratekan (prestressed concrete piles), pipa baja.

b. Tiang perpindahan tipe dipancang dan dicor ditempat (Displacement piles & cast)

Contoh konstruksi tiang ini seperti pipa baja dipancang setelah itu diisi atau dicor beton sambil pipa baja ditarik (“steel tube driven & with drawn after placing concrete”), kemudian tiang pracetak beton yang diisi dengan beton dan pipa baja berdinding tipis kemudian diisi beton

c. Tiang perpindahan kecil (Small displacement piles)

Diantara jenis tiang pancang yang termasuk dalam kategori ini adalah tiang pracetak beton, tiang pratekan beton, . tiang baja profil H (steel H section), tiang baja penampang bulat atau pipa dan juga tiang ulir (Screw pile).

d. Tiang tanpa perpindahan (Non displacement piles)

Tiang pancang jenis ini dilakukan dengan cara pengeboran terlebih dahulu untuk mengeluarkan tanah, yang dilanjutkan dengan peletakan beton pada lubang yang telah di bor sebelumnya.

Contoh konstruksi pondasi tiang pancang tanpa perpindahan seperti beton yang dituang pada lubang bor (Bore & cast in situ) dan juga pipa yang diletakkan pada lubang bor dan diisi dengan beton (“tubeslesed in hole drilled”).

e. Tiang Komposit (“Composite piles”)

Pondasi tiang pancang jenis Composite piles merupakan sebuah kombinasi dari tiga unit kategori tiang pancang yang sudah kami paparkan diatas. Umumnya, tiang pancang komposit terbuat dari tiang baja, tiang kayu dan juga tiang beton.

Menurut Material yang Digunakan :

Selanjutnya ada beberapa jenis tiang pancang dan beberapa digolongkan berdasarkan kualitas material dan juga cara pembuatannya. Adapun menurut kualitas bahan yang digunakan, tiang pancang ini memiliki empat jenis tiang pancang, berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut:

a. Pondasi Tiang Pancang Kayu

Tiang ini memiliki bahan kayu dan dapat digunakan sebagai tiang pada suatu dermaga. Adapun syaratnya kayu tersebut harus cukup tua, tidak ada cacatnya, dan memiliki kualitas baik, seperti kayu belian.

b. Pondasi Tiang Pancang Beton

Pondasi tiang pancang jenis ini memiliki dua jenis berdasarkan cara pembuatannya, yaitu cast in place dan precast pile. Adapun tiang jenis ini harus digunakan setelah berumur sekitar 28 hari, sehingga biasanya akan dibuat di tempat lain baru kemudian akan dipindahkan ke tempat dibutuhkannya.

Metode Pelaksanaan :

  • Melakukan test “boring” untuk menentukan kedalaman tanah keras dan klasifikasi panjang tiang
  • Tahap pertama dilakukan dengan pengeboran tanah sesuai kedalaman yang ditentukan dengan memasukkan besi tulangan beton.
  • Kemudian dilanjutkan dengan proses memompa tanah bekas pengeboran ke atas permukaan tanah.
  • Selanjutnya mengisi lubang bekas pengeboran dengan adukan beton, dengan sistem dipompakan dan desakan/tekanan.
  • Kemudian melakukan pemancangan pondasi dengan mesin pondasi tiang pancang.
  • Dilanjutkan dengan aktifitas pengecoran adukan beton setelah selesai sampai di atas permukaan tanah
  • Langkah terahir ialah pemasangan stek besi beton sesuai dengan aturan teknis yang telah ditentukan.

Detail Pondasi Tiang Pancang

detail pondasi tiang pancang
Gambar detail pondasi tiang pancang

Tiang pancang beton memiliki ukuran dan juga bentuk yang berbeda-beda. Tiang jenis ini biasanya berbentuk persegi dan juga silinder. Adapun ukurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan dan juga sesuai dengan aplikasi pemasangannya.

Panjang dari tiang pancang jenis ini juga cukup beragam, sehingga Anda akan memiliki banyak pilihan yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Adapun detail ukuran tiang pancang pada umumnya yaitu dengan bentuk persegi, 20cm x 20 cm, 25 cm x 25 cm, dan juga 28cm x 28 cm dengan panjang ukuran 300 cm dan juga 600 cm.

Adapun untuk bangunan yang lebih besar atau tiang pancang lebih besar, maka dapat disesuaikan dengan permintaan dari lapangan. Dan Harga tiang pancang  juga bisa disesuaikan dengan budget yang Anda miliki.

Kapasitas Dukung Pondasi Tiang Pancang :

Berdasarkan kapasitas dukungnya, pondasi tiang pancang dibedakan dalam daya dukung ujung dan daya dukung geser. Jika daya dukung keduanya digerakkan, maka didapatkan persamaan detail tiang pancang dibawah ini :

rumus tiang pancang

Dimana :

Ou1t =   Kapasitas dukung tiang pancang  maksimum  (Kg).

Oe   =  Kapasitas dukung  ujung yang didapat  dari tanah di bawah ujung  pondasi  (Kg).

Os        Kapasitas dukung yang didapat  dari gaya geser atau gaya adhesi antara  tiang pancang  dengan tanahnya  (Kg).

Oan =  Kapasitas  dukung tiang pancang  ijin (Kg).

SF  =  Faktor keamanan  (Safety Factor).

Kapasitas Perlawanan Ujung Tiang Panang (“End bearing) :

Jika beban (kita misalkan dengan huruf P) yang bekerja pada tiang pancang diteruskan melalui ujung tiang ke tanah dasar pondasi, maka besamya perlawanan ujung tiang dengan luas tampang tiang (A) sebesar (qp . A) dengan qP adalah perlawanan ujung tiang per satuan luas tampang. Maka didapatkan rumus :

V  =  Pp=  qp.A

Dimana : 

qp = ( ay. y.  B .   Ny+ y. D .    N, + 1,3 c Ne)

Pµ=   A(y.D.Nq+l,3cNc)

A  =  n.B2  14

Fungsi Pondasi Tiang Pancang

Setiap pondasi tiang pancang memiliki fungsi yang hampir sama. Adapun tiang pancang beton memiliki fungsi  sebagai penyangga beban dan juga untuk menyalurkan beban tersebut ke dalam tanah. Tiang ini bisa menahan beban konstruksi secara vertikal maupun horisontal.

Dengan fungsi tersebut, penggunaannya juga dapat diterapkan pada jembatan, yaitu untuk menahan konstruksi bangunan jembatan dan juga menyalurkan beban yang ada ke dasar tanah yang ada di dalam air.

Untuk detail pondasi tiang pancang sendiri harus benar-benar diperhatikan, terutama saat digunakan untuk sebuah jembatan. Supaya jembatan tersebut bisa kokoh dan juga tahan lama.

Kelebihan & Kekurangan Pondasi Tiang Pancang

pondasi tiang pancang adalah

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan pada pondasi jenis ini yang perlu Anda ketahui. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut.

  1. Kelebihan / Keunggulan

Beberapa kelebihan dan kekurangan fondasi jenis ini mungkin sudah diketahui oleh mereka yang bergelut di bidang ini. Adapun kelebihannya di antaranya yaitu dapat dibuat dengan system pabrikasi, sehingga mutu yang akan dihasilkan pun cukup bagus dan terjamin.

Dengan tiang pancang ini pula, bisa mencapai daya dukung tanah yang cukup keras, tak hanya dari ujung tiang, namun juga pada lekatan di sekeliling tiang. Harga tiang pancang pun cukup murah, tidak terlalu mahal.

  1. Kekurangan / Kelemahan

Untuk kekurangannya sendiri yaitu jika digunakan pada proyek yang masuk ke gang kecil, akan cukup sulit untuk dikerjakan, karena ukuran angkutan yang besar. Dan kebanyakan sistem ini berada di daerah kota dan sekitarnya.

Jika digunakan pada daerah yang penggunaan volume yang sedikit, maka harganya akan sangat mahal. Adapun detail tiang pancang dan perhitungannya menggunakan excel juga cukup rumit, sehingga  harus dilakukan oleh ahlinya. Dan dalam proses pemancangannya juga menimbulkan getaran dan kebisingan.

Contoh Perhitungan Perencanaan Pondasi Tiang Pancang dengan Excel :

Sumber : Channel Wijaya Training Center

Katalog Harga Material Terkait Pondasi Tiang Pancang:
Harga Besi Beton Harga Besi UNP
Harga Pipa Besi Harga Besi Hollow
Harga Besi Wiremesh Harga Besi CNP

Nah, itulah tadi beberapa hal mengenai pondasi tiang pancang yang bisa hargabangunan.id paparkan. Jika akan menggunakan tiang pancang tersebut, maka ada baiknya Anda memperhatikan terlebih dahulu baik fungsi tiang pancang maupun hal-hal detail yang penting.

Semoga artikel ini membantu Anda membuat tiang pancang yang bisa mengokohkan konstruksi bangunan pekerjaan anda. Salam sukses selalu!

Gravatar Image
Yok dekorasi rumah kamu secantik mungkin bersama Tim Kami!

Leave a Reply

Your email address will not be published.